Prime Plaza Hotels & Resorts

What's New?

12 MAHASISWA ASING BELAJAR BUDAYA JAWA TIMUR-AN

(Surabaya, Mei 2011)Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) adalah program pertukaran pelajar Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai penjuru dunia untuk mempelajari kesenian dan budaya tanah air. Program yang telah berjalan selama sembilan tahun ini setiap tahunnya memberikan kesempatan kepada 60 mahasiswa yang berasal dari negara yang berbeda-beda tiap tahun-nya untuk mempelajari aspek kebudayaan Indonesiadalam kurun waktu tiga bulan. Dari 60 masiswa tersebut, 12 orang diantaranya ditempatkan di Surabaya yang berasal dari Timor Leste, Tonga, RRC, Samoa, Jepang, Solomon, Nauru, Afrika Selatan, Suriname, Austria, Italy, dan dari Indonesia sendiri.

Dra. Diaztiarni Azhar, Pimpinan Tydiff  Studio sekaligus Pimpinan Pelatihan dan Pengenalan Seni Budaya Jawa Timur ini mengatakan, “Kami akan memberikan pengetahuan seni dan budaya Indonesia, khususnya Jawa Timur, dalam berbagai bentuk dan aspek. Mulai dari Bahasa Indonesia, seni tari dan karawitan, seni lukis batik dan pahat topeng, hingga pembuatan kerajinan anyaman, semuanya akan kami berikan dalam pelatihan langsung secara berkala dalam kurun waktu tiga bulan. Tahun ini kami akan fokus belajar seni dan budaya dari Madura, Gresik dan Malang, itulah yang menjadi pembeda dari tahun sebelumnya yang lebih fokus belajar seni dan budaya dari Banyuwangi dan Probolinggo, goal kami adalah mengeksplorasi seluruh seni dan budaya di Jawa Timur agar bisa diperkenalkan ke Negara asal mereka ” ujar wanita yang akrab disapa Diaz sambil tersenyum ini ketika memberikan keterangan dalam jumpa pers diCafé Taman, Surabaya Plaza Hotel (SPH).

Sebagai tuan rumah selama dua tahun berturut-turut dari pelatihan budaya tersebut, Yusak Anshori, General Manager SPH mengatakan, “Kami tetap konsisten untuk ikut mempromosikan budaya Surabaya dan Jawa Timur baik secara nasional maupun internasional, dan dukungan kami terhadap program BSBI ini merupakan salah satu bentuk kongkritnya,” ujar pria yang juga merupakan Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (Depari) Jawa Timur ini ketika diwawancarai di sela-sela acara ramah tamah.”Melakukan promosi pariwisata tidak harus hanya dengan departemen pariwisata, tetapi juga dapat dilakukan dengan departemen lain seperti departemen luar negeri karena pariwisata adalah kegiatan lintas sektoral dan memberikan dampak ekonomi yang luas di masyarakat” imbuh pria berkacamata ini.

Selama di Surabaya, para peserta pelatihan seni budaya ini akan menjalani latihan tari tradisional secara rutin di studio tari Surabaya Plaza Hotel. Setiap akhir materi pelatihan, mereka akan menampilkan hasil pembelajarannya di lobby hotel non smoking ini, sekaligus menunjukkan kepiawaian mereka dalam menyajikan tarian tradisional Jawa Timur di hadapan para tamu hotel maupun masyarakat Surabayadan Jawa Timur.

back to previous page